top banner

Ciri-ciri Dokter yang Berkualitas

Hal yang paling umum dilakukan seseorang pada saat sakit adalah datang dan berobat ke Dokter. Namun apakah dokter yang kita pilih sudah benar? Apakah sudah berkualitas baik? .Sebaiknya jika pergi ke dokter jangan asal pilih dokter mana saja karena secara kualitas setiap dokter itu berbeda-beda. Tinggal kita pilih yang terbaik sesuai dengan kebutuhan kita saja.

Mungkin pada awalnya yang harus kita lakukan untuk menemukan dokter yang bagus adalah dengan melakukan survey, seperti bertanya kepada orang-orang, mencoba dokter-dokter yang punya nama baik maupun yang belum terlihat sepak terjangnya, mencari informasi dokter di internet, dan lain sebagainya. Dokter yang dianggap bagus oleh orang lain belum tentu bagus bagi kita, sehingga faktor subyektifitas cukup bermain dalam pemilihan dokter.

Berikut ini adalah beberapa kriteria, tanda atau ciri-ciri dokter yang baik :

1. Memiliki Wawasan yang Luas

Dokter yang bagus bisa mengingat banyak teori kedokteran yang ada serta mengkombinasikannya dengan pengalaman dan pengetahuan medis lainnya. Jangan memilih dokter yang pelupa, apalagi yang suka nekat memberikan penjelasan yang salah. Cek lagi apa yang telah disampaikan oleh dokter kita, apakah benar atau asal bicara tanpa dasar. Kita bisa baca tulisan di internet secara gratis tentang berbagai penyakit untuk membandingkan serta menguji wawasan dokter kita.

2. Mampu Memberi Penjelasan Dengan Baik

Komunikasi antara dokter dengan pasien serta keluarga pasien amat sangat penting. Percuma saja bila dokternya pintar namun tidak bisa menyampaikan dengan baik hal-hal yang harus disampaikan kepada pasien beserta keluarganya sehingga bisa menyebabkan salah paham dan juga keraguan.

3. Mempunyai Banyak Pengalaman dan Jam Terbang

Biasanya dokter yang senior dan telah melakukan prakter dokter bertahun-tahun akan memiliki banyak pengalaman dalam melayani bermacam-macam tipe pasien. Namun bukan berarti dokter yang masih muda semuanya kurang pengalaman. Bisa jadi dokter yang masih muda lebih berpengalaman dan lebih berkualitas dari dokter yang umurnya lebih tua.

4. Selalu Siap Dihubungi dan Membantu Siapa Saja

Sudah menjadi resiko dokter harus siap melayani pasien kapan pun dan di mana pun. Dokter yang baik harus siap memberikan nomor telepon handphone yang mudah dihubungi serta siap menjawab pertanyaan pasien yang datang tiba-tiba. Dokter pun juga harus siap rumahnya didatangi pasien pada saat di luar jam kerja, bahkan di tengah malam sekalipun.

5. Memiliki Reputasi dan Nama Baik

Jika seorang dokter sudah banyak memiliki reputasi yang buruk dari sumber informasi yang dapat dipercaya, maka sebaiknya kita menghindari dokter tersebut dan beralih ke dokter yang lain. Jika sudah tahu keburukan seorang dokter namun kita tetap datang kepadanya, maka segala resiko harus siap kita tanggung. Pilih saja dokter yang punya nama baik di masyarakat.

6. Tidak Berorientasi Kepada Uang

Dokter yang baik harus siap menolong orang lain secara sukarela tanpa memungut bayaran sepeserpun pada saat dan situasi tertentu. Jika pasien yang datang berasal dari golongan miskin, maka dokter tidak akan membebankan pasien tersebut dengan biaya pengobatan yang tidak dapat dijangkau. Dokter yang bagus bisa tahu kapan harus mencari uang dan kapan harus menolong tanpa pamrih.

7. Terlihat Menikmati Pekerjaannya

Lihat dokter yang ada di hadapat kita apakah dia menyukai dan mencintai pekerjaannya atau tidak. Jika dokternya mudah senyum, ramah, sabar, telaten, teliti, pandai mengambil hati, rajin, tidak gampang bete, ikhlas, dan lain-lain, maka dokter tersebut menunjukkan tanda-tanda sebagai dokter yang menyukai pekerjaannya. Namun pada kondisi tertentu bisa saja ciri tanda tersebut tidak terlihat, seperti ketika sedang capek, sedang ada masalah, mendapat pasien yang sangat menyebalkan dan lain sebagainya.

8. Tidak Mudah Merasa Jijik

Dokter tidak boleh memperlihatkan rasa jijik pada pasien yang datang apapun situasinya. Dokter yang takut dengan darah, takut tertular penyakit, takut dengan fisik pasien yang buruk rupa, dan lain sebagainya itu menunjukkan dokter yang gampang jijikan. Dokter yang bagus harus bisa mengesampingkan rasa dendam, rasa marah, rasa takut, rasa jijik, rasa malu, dan lain-lain saat melaksanakan tugas-tugas mulia yang diembannya.

9. Mampu Bekerja dengan Baik di Saat Darurat / Genting

Saat penuh tekanan di saat gawat darurat, dokter yang baik harus bisa bersikap tenang dan tidak emosi. Dokter pun juga harus bisa menenangkan pasien dan orang lain yang ada di sekitarnya. Di saat yang gawat dan genting itu sang dokter mampu bekerja sesuai prosedur dan juga cepat dalam mengambil keputusan dalam menentukan sesuatu.

10. Mampu Menciptakan Suasana Mental Pasien yang Baik / Positif

Dokter yang baik bisa berkomunikasi dengan pasien yang dapat memacu semangat untuk sembuh, menghibur dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif pasiennya. Pasien yang datang diberi pencerahan hingga hilang kebingungan dan kegalauan hati, serta diberikan harapan yang besar untuk bisa sembuh walaupun penyakit yang diderita sulit untuk disembuhkan.


sumber : http://www.organisasi.org/1970/01/kriteria-ciri-ciri-dokter-yang-bagus-baik-kualitasnya-untuk-tempat-kita-berobat.html

Dokter Termuda Asal Palestina

Tidak ada yang menduga gelar sebagai dokter spesialis termuda di dunia disematkan oleh Guinness World of Records kepada seorang perempuan asal Palestina bernama Eqbal Asa'd. Apabila pada umumnya gelar dokter muda diraih di usia menjelang 30 tahun, maka Eqbal membuat gebrakan.

Dilansir dari laman World Bulletin pekan lalu, Eqbal lulus sebagai dokter di usia 20 tahun. Dia mengambil spesialisasi dokter anak.

Tidak cukup sampai di situ, pendidikan kedokteran dia tempuh di universitas bergengsi di Qatar, Weill Cornell Medical College (WCMC-Q) melalui program beasiswa.

Dalam sebuah wawancara, Eqbal mengatakan sudah terbiasa menjadi yang termuda di sekolah. Bahkan, dia lulus SMA di usia 12 tahun. Menteri Pendidikan saat itu, Khaled Abany, kemudian menganugerahkannya gelar siswa termuda yang pernah menyelesaikan SMA.

"Saat itu saya mengatakan kepada dia mengenai mimpi saya menjadi dokter. Dia kemudian berjanji untuk mencarikan beasiswa bagi saya. Keesokan harinya, dia menghubungi Sheikha Mozah Ketua Yayasan Qatar untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Masyarakat," ujar Eqbal berkisah.

Dari situlah dia memperoleh beasiswa penuh di WCMC-Q.

Ditanya alasan memilih karier sebagai seorang dokter, Eqbal mengatakan dia terenyuh melihat penderitaan warga Palestina yang hidup di kamp-kamp di Lebanon.

"Keluarga dan saya berkunjung ke kamp tersebut. Kami melihat betapa buruknya kondisi di sana. Saya melihat begitu banyak orang tua yang tahu kondisi anaknya menderita, namun tidak bisa berbuat apa pun, karena tidak memiliki uang," kata Eqbal.

Dari situlah, dia memiliki tanggung jawab untuk belajar ilmu kedokteran dan membantu warga Palestina di sana.

Menjejakkan kaki kali pertama di Qatar, Eqbal mengaku banyak tekanan yang dia rasakan. Sebab, dia tidak ingin mengecewakan pihak yang telah memberinya beasiswa.

"Sehingga, saya ingin membuktikan terhadap diri saya sendiri bahwa saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah mereka berikan," kata dia.

Dia pun lulus dengan gelar terhormat.

Ditanya orang yang paling berperan dalam kesuksesan hidupnya, Eqbal menyebut sosok sang ayah. Kendati anak termuda di keluarga dan perempuan, namun ayahnya selalu mengedepankan pendidikan.

"Dia selalu mengatakan walaupun anak laki-laki pada akhirnya akan bekerja, tetapi senjata anak perempuan di masa depan adalah pendidikan. Kami tumbuh dengan prinsip tersebut," ujar dia.

Paska lulus dari WCMC-Q, Eqbal akan melanjutkan pendidikan sebagai dokter anak di RS Anak di Cleveland, Ohio.

Kemudian, dia berjanji akan segera kembali ke Qatar dan Lebanon untuk bekerja.

"Saya harus kembali ke Qatar karena mereka telah membiayai saya selama enam tahun terakhir. Sementara saya juga ingin kembali ke Lebanon untuk membantu kaum Palestina yang menginspirasi saya menjadi dokter," ujar dia berharap.



Awas, Rokok Elektrik Juga Bisa Bikin Kecanduan


 Para penjual rokok elektrik meminta kepada pemerintah untuk melarang penjualan rokok kretek jika peraturan tentang penjualan rokok elektrik jadi dilaksanakan., Jakarta, Selasa (19/05/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagian pengguna rokok elektronik (e-cigarette) menganggap kurang adiktif dibandingkan rokok biasa. Ternyata belum tentu juga, sebuah studi mengungkapkan kandungan nikotin di dalam rokok elektronik sama dengan yang ditemukan di rokok biasa.

Menurut peneliti, persepsi rokok elektronik lebih aman dibanding rokok biasa karena perangkat ini bertenaga listrik panas dan menguapkan ciaran rasa nikotin tanpa melibatkan pembakaran. Berbeda dengan rokok biasa yang menggunakan pembakaran sehingga mengandung lebih banyak racun seperti karbon monoksidan oksida nitrat.

Namun studi yang diterbitkan dalam American Chemical Society’s Chemical Research in Toxicology menyebutkan ada sembilan dari 17 rokok elektronik yang mengandung jenis nikotin yang adiktif seperti dikutip laman Time (Jumat, 24/7/2015). 

Sebenarnya, kritikus telah lama menyatakan rokok elektronik pada dasarnya sama dengan rokok biasa dalam hal adiktif. Lalu, beberapa penelitian menunjukkan penggunaan rokok elektronik tidak terlalu terbukti berhasil membuat seseorang menjadi benar-benar berhenti merokok.



Waspadai Zat-zat Kimia di Sekitar yang Mengganggu Kesuburan

Zat-zat kimia yang mudah dijumpai pada kemasan makanan, pestisida, baju, karpet, kain pelapis, dan berbagai produk perawatan, berefek menunda kehamilan. Demikian berita yang ditulis HealthDay News, baru-baru ini. Penggunaan bahan-bahan kimia tadi sudah dilarang di AS karena beracun, dan diharapkan pada tahun 2010 benar-benar sudah tidak dipakai lagi.

Bagaimanapun, zat-zat tersebut sudah telanjur berkeliaran di lingkungan dan di tubuh kita selama puluhan tahun. “Zat kimia yang sudah tersebar luas ini mengganggu kesuburan, sehingga membuat orang sulit punya momongan,” ujar Dr. Jorn Olsen, ketua peneliti sekaligus Kepala Departemen Epidemiologi, UCLA’s School of Public Health.

Di dalam tubuh wanita Denmark yang menjadi responden penelitian, terkandung perfluorooctanoate (PFOA) kadar tinggi dan perfluorooctane sulfonate (PFOS). Akibatnya, mereka harus menunggu lama untuk hamil.

Laporan penelitian tersebut dipublikasikan dalam Human Reproduction edisi online, akhir bulan lalu. Dan diikuti kemunculan berbagai laporan tentang bahaya zat kimia lain yang ada dalam plastik, seperti bisphenol A (BPA), yang dapat menyebabkan masalah pada janin atau bayi. Untuk studi tersebut, Olsen dan tim mendata 1.240 wanita di Danish National Birth Cohort. Peneliti mengambil contoh darah responden dan melakukan wawancara tentang lamanya mereka menanti kehamilan. Ditemukan adanya kadar PFOS dalam darah dari 6,4 nanogram per mililiter (ng/ml) hingga 106,7 ng/ml. Untuk PFOA kisarannya 1 ng/ml hingga 41,5 ng/ml.

Olsen dan tim lalu membagi responden dalam empat kelompok, tergantung pada seberapa banyak kandungan zat kimia dalam darah mereka. Wanita dalam grup dengan kadar tertinggi PFOS, 70-134 persen lebih lama untuk bisa hamil daripada wanita dengan kadar PFOS terendah. Wanita dengan kadar PFOA tertinggi, 60-154 persen lebih lama untuk bisa hamil jika dibandingkan wanita dengan kadar terendah. 

Para peneliti mengaku belum tahu pasti mengapa zat kimia tersebut menghambat kehamilan. Namun, mereka memperkirakan itu semua terkait dengan terganggunya hormon yang bertanggung jawab pada proses reproduksi.

Studi terkini pada hewan mengungkapkan zat-zat kimia tersebut memiliki efek toksik pada lever, sistem imun, serta organ reproduksi. Studi juga menemukan bahwa PFOA dan PFOS dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Bahaya lain menyangkut zat kimia tersebut mungkin akan segera menjadi perdebatan. Sejak tahun 2006, the US Environmental Protection Agency (EPA) berkomitmen bahwa delapan pabrik secara sukarela mengurangi emisi PFOA dan kandungan PFOA dalam produk mereka.

Awas!! Merek Pembalut Ini Mengandung Klorin Yang Bisa Membahayakan Wanita

Pembalut bisa dibilang merupakan kebutuhan pokok bagi kaum wanita, selain sandang, pangan dan papan. Namun sebuah temuan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang telah diumumkan perihal kandungan klorin dalam pembalut wanita, sungguh merisaukan.

Temuan YLKI tersebut didasarkan pada uji sampel yang berlangsung mulai Januari – Maret 2015. Hasilnya, 9 merek pembalut dan 7 pantyliner ternyata mengandung bahan pemutih kimia atau klorin.

Merek Charm, disebutkan sebagai pembalut dengan klorin yang paling tinggi yakni 54.73 ppm. Sementara untuk merek pantyliner yang paling banyak mengandung klorin adalah V Class, produk dari PT Softex yakni sebesar 14.68 ppm.

Laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengecekan kadar klorin dalam pembalut wanita tersebut, aku pihak YLKI, adalah independen serta terakreditasi. Jadi bukan milik pemerintah atau yang memiliki tendensi dari segi bisnis atau apapun.

“Berdasarkan hasil uji sampel 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner di lab yang terakreditasi dan independen, semuanya positif mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm,” jelas peneliti YLKI, Arum kepada awak media.

Apa efek dari klorin terhadap organ intim wanita secara khusus, atau kesehatan wanita secara umum?

Menurut Arum Dinta, bahan kimia itu dapat memicu iritasi, gatal, dan bahkan keputihan. Dalam jangka panjang jika terus terjadi masalah maka bisa juga memicu kanker serviks, tambah dia.

Peraturan dari Food Drug Administration (FDA) tentang bahan kimia klorin di pembalut sebenarnya sudah tercantum, yakni pembalut tidak boleh mengandung bahan berbahaya tersebut. apalagi dalam jumlah konsentrasi yang besar.

Untuk itu YLKI menyarankan untuk pemerintah mengatur masalah SNI terhadap produksi pembalut ini, karena menyangkut masalah kesehatan wanita.

Sumber : http://sidomi.com/394429/awas-9-merek-pembalut-mengandung-klorin-bisa-bahayakan-wanita/
Kini Program PRAKTEK DOKTER 3.0 dapat di ORDER via :

LAZADA : http://www.lazada.co.id/bamboomedia-program-praktek-dokter-30-1192098.html

ELEVENIA : http://www.elevenia.co.id/prd-bamboomedia-program-praktek-dokter-3-0-6005183

QOO10 INDONESIA : http://list.qoo10.co.id/item/BAMBOOMEDIA-PROGRAM-PRAKTEK-DOKTER/428226445